Rabu, 03 Maret 2010

Suhu Politik Memanas, Java Jazz Festival Jalan Terus

The following article covers a topic that has recently moved to center stage--at least it seems that way. If you've been thinking you need to know more about it, here's your opportunity.
Gelaran Java Jazz Festival 2010 yang menawarkan 21 panggung dengan lebih dari 1300 musisi tampil di atasnya membuat pertunjukan itu didapuk menjadi festival jazz terbesar di dunia. Dan mendapatkan kabar tersebut, Peter F Gontha, Chairman JAVA Production, mengaku tak menyangka.

"Ya senang ya, tapi nggak nyangka. 21 panggung itu yang buat kita jadi festival jazz terbesar," kata Peter dalam preskon Java Jazz Festival 2010 di Hotel Borobudur, Jakpus, Rabu (03/03).

Those of you not familiar with the latest on news now have at least a basic understanding. But there's more to come.

Dalam festival ini sendiri akan muncul di antaranya John Legend, Toni Braxton, Babyface, Andre Hehanussa, Glenn Fredly, Rif, Andien, dan Maliq and the Essential. Saking besarnya gelaran ini akhirnya pihak penyelenggara pun memindahkan lokasi festival dari JCC ke Kemayoran.

"Ya sebenarnya kita sudah waktunya punya gedung pertunjukan sendiri seperti opera di Sidney. Masak di Singapura yang penduduknya cuma 3 juta kita yang ratusan juta cuma punya gedung kesenian yang cuma cukup 400 orang. Kita pindah tempat yang lebih bagus dan kapasitasnya luas," terang Peter.

Dan meskipun pindah lokasi, Peter pun menjamin keamanan festival. "Kita sudah berkoordinasi dengan Kepolisian dan kita mendapatkan pengamanan dari Polri. Ada 2000 personel yang berpakaian sipil dan seragam," katanya.

Apalagi saat disinggung soal suhu politik Indonesia yang sempat meninggi beberapa hari terakhir, Peter malah mengaku tak peduli. "Emang gue pikirin, nggak berpengaruh!" tepisnya tegas. (kpl/ato/npy)

Hopefully the sections above have contributed to your understanding of news. Share your new understanding about news with others. They'll thank you for it.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar